4 Alasan Judi Slot Online Dilarang di Indonesia

4 Alasan Judi Slot Online Dilarang di Indonesia – Kemajuan teknologi membuat banyak aktivitas bisa dilakukan dengan mudah, salah satunya berjudi. Jika dulu judi hanya bisa dilakukan secara tradisional, seperti togel, sabung ayam, bermain kartu dengan bertatap muka langsung, beberapa jenis judi lainnya, kini judi bisa dilakukan secara online tanpa harus keluar rumah dan bertemu dengan para pemain judi lainnya.

Para pelaku judi online melakukan taruhan secara virtual. Hal inilah yang membuat pemerintah akhirnya turun tangan dan membuat peraturan demi memberantas praktik perjudian online tersebut.

Salah satu upaya pemerintah dalam mengatasi perjudian online yang semakin marak di Indonesia adalah dengan menetapkan undang-undang ITE yang melarang dan membatasi berbagai jenis permainan judi slot online di internet. Kebijakan tersebut telah membongkar kedok website judi, meski belum semua situs judi online yang berhasil diblokir permanen.

Berbeda dengan Indonesia, di luar negeri, permainan judi justru memberikan keuntungan tersendiri bagi negara. Negara mendapatkan pemasukan dari permainan judi tersebut. Bahkan di beberapa kota seperti Macau dan Las Vegas telah disediakan kawasan khusus untuk melakukan judi dan membuat kota tersebut menjadi penyokong perekonomian negara.

Kenapa Indonesia tidak mau melakukan hal yang sama untuk meningkatkan perekonomian atau pendapatan negara? Bukankan wisata di Indonesia pada sebuah pulau tak berpenghuni akan lebih menarik wisatawan asing jika dibuat menjadi pusat casino?

Berikut alasan pemerintah Indonesia tak mau melegalkan dan bahkan melarang perjudian baik online maupun konvensional.

Ada Undang-Undang yang Mengikat

Melalui undang-undang perjudian, secara khusus pemerintah telah melarang apa pun jenis praktik judi Bandarqq. Hal tersebut bertujuan agar masyarakat memilih cara atau alternatif lain untuk mendapatkan penghasilan.

Tak hanya ada undang-undang KHUP yang dibuat untuk melarang perjudian konvensional, tetapi ada juga UU ITE yang membuat ruang gerak dan praktik dari judi slot online menjadi terbatas.

Masyarakat yang melanggar peraturan tersebut akan mendapatkan hukuman berupa penjara dan denda uang jutaan rupiah. Ada juga pasal judi berlapis yang akan menjerat para pelaku judi dengan hukuman berlapis.

Agama Melarang Judi

Agama-agama yang ada di Indonesia melarang praktik perjudian, khususnya agama Islam yang dengan jelas dan gamblang melarang umatnya bermain judi dalam bentuk apapun, baik konvensional maupun online. Islam sendiri merupakan agama mayoritas di Indonesia, sehingga dampak pelarangan ini juga sangat berpengaruh besar.

Agama lain seperti Nasrani, Budha, dan Hindu juga melarang umatnya turut bermain judi. Pasalnya, judi dapat merugikan pemainnya sendiri dan orang lain. Orang yang taat beragama tentu tidak akan mau melakukan judi atau turut terjerat ke dalamnya. Sebab, mereka akan menghindari apa yang telah diharamkan dalam agama.

Anak Muda yang Rentan

Kemajuan teknologi membuat berbagai kegiatan menjadi lebih mudah dan praktis. Berbagai kemudahan ditawarkan lewat jaringan internet, termasuk mendapatkan uang secara cepat dan mudah. Hal itu membuat beberapa orang memanfaatkan hal ini untuk membuat permainan judi slot online.

Judi yang ada di dunia internet menawarkan kemudahan dalam mendapatkan banyak uang secara cepat dan instan. Hal ini tentunya sangat mempengaruhi orang-orang yang tidak mau berpikiran panjang. Mereka yang butuh uang dan berpikir pendek akan memilih judi sebagai alternatif untuk mendapatkan uang.

Apabila kondisi di atas dibiarkan secara terus-menerus, maka akan dapat membuat banyak anak muda menjadi malas bekerja dan akhirnya terjebak dalam jeratan judi online. Padahal, sebagai generasi muda, mereka sudah sepatutnya melakukan suatu pekerjaan yang baik agar dapat memperbaiki ekonomi negara dan dirinya sendiri.

Selain itu, seharusnya anak muda juga mampu bersaing dalam karya dan produktivitas lainnya dengan generasi di negara lain di Asia. Anak-anak muda itu tak seharusnya duduk menghabiskan waktu untuk bermain judi dan menghabiskan uang secara cuma-cuma akibat kekalahan judi slot online. Sebab, anak muda merupakan aset negara dalam bentuk Sumber Daya Manusia yang dapat meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan negara.

Meningkatkan Kemiskinan

Jika mendapatkan kemenangan, tentu hal itu menjadi kesenangan dan keuntungan bagi pelakunya. Namun, bagaimana dengan yang kalah? Uang yang dipertaruhkan hilang begitu saja dalam sekejap mata. Harta mereka habis terkuras karena kalah bermain judi. Sementara, kebutuhan hidup terus berjalan dan membutuhkan uang untuk memenuhinya.

Sementara, jika pun mendapatkan kemenangan, hal itu tak akan terjadi secara terus-menerus. Kemenangan yang didapat sekali di awal permainan, bisa berujung dengan kekalahan yang terjadi berkali-kali hingga menguras harta yang dimiliki. Sehingga, para pelaku judi tidak pernah benar-benar mendapatkan kemenangan dan kejayaan dari permainan judi yang mereka ikuti.

Akibat dari hal di atas, para harta yang dimiliki para pelaku judi terkuras habis. Bahkan, tak jarang mereka rela menjual harta yang ada di rumah untuk memenuhi nafsunya bermain judi, baik judi konvensional maupun judi slot online. Akibatnya, mereka menjadi orang yang miskin. Kemiskinan ini juga akan menghambat laju perekonomian negara.

Selain menambah kemiskinan, judi juga akan menambah tingkat kejahatan. tak sedikit kasus kriminal terjadi akibat para pelakunya terjerat dalam perbuatan judi. Hal ini tak lepas dar kekalahan yang didapat oleh para pemain. Akibatnya, mereka nekat melakukan tindakan kriminal apa pun untuk mendapatkan uang, baik untuk ikut kembali bermain judi, maupun untuk membayar hutang akibat kekalahan dalam berjudi.

Itulah beberapa alasan negara Indonesia melarang judi, baik judi secara konvensional maupun judi slot online. Judi tak hanya merugikan diri sendiri, tapi juga keluarga, masyarakat, dan negara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *